Seni Bercerita

Share

Setiap siswa berhak mendapatkan masa depan yang cerah. Untuk mencapai hal tersebut, perlu adanya kerangka dasar dan fondasi yang ditanamkan terutama di masa pendidikan sekolah dasar (SD). Terlebih di era digital yang serba cepat seperti saat ini, siswa perlu dilatih untuk menguasai berbagai kompetensi terutama kemampuan untuk berkomunikasi di depan banyak orang.

Bercerita menjadi salah satu kegiatan yang dapat melatih siswa untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi sekaligus mendapatkan perspektif baru. Cerita dapat mengenalkan siswa tentang arti kehidupan, dirinya sendiri, dan orang lain. Dari belajar bercerita, siswa dapat dengan mudah memahami dan menghargai berbagai budaya, ras, dan agama.

Ada beberapa manfaat lainnya dari mengajarkan siswa bercerita:

  • Siswa berkesempatan untuk mengeksplorasi akar budaya mereka sendiri.
  • Memungkinkan siswa untuk merasakan pengalaman berbagai budaya.
  • Siswa belajar untuk berempati dengan orang/tempat/situasi yang tidak dikenal.
  • Menambah wawasan siswa mengenai tradisi dan nilai.
  • Membantu siswa memahami berbagai kebijaksanaan yang berlaku umum untuk semua budaya.
  • Memberikan gambaran pada siswa tentang pengalaman hidup universal.
  • Membantu siswa mendapatkan ide-ide baru.
  • Memperlihatkan perbedaan dan persamaan budaya di seluruh dunia.

Kegiatan bercerita juga mampu menambah kemampuan siswa untuk berkembang di kelas, seperti:

  • Membuat siswa lebih tenang dan nyaman.
  • Meningkatkan keinginan siswa untuk mengkomunikasikan pikiran dan perasaannya.
  • Mendorong partisipasi aktif.
  • Meningkatkan kemampuan verbal siswa.
  • Mendorong siswa untuk menggunakan imajinasi dan kreativitasnya.
  • Membantu siswa untuk belajar bekerja sama dengan temannya.
  • Meningkatkan kemampuan mendengarkan.

Tips Melatih Siswa  Bercerita

  1. Pemilihan Cerita

Dalam tahap awal melatih kemampuan siswa untuk bercerita, mereka dapat memulai dari cerita yang mereka sukai agar setiap alur cerita mudah melekat di ingatan mereka. Terdapat berbagai pilihan cerita mulai dari cerita rakyat, dongeng, mitos, legenda, dan cerita pendek.

Anda juga dapat menyediakan berbagai buku cerita untuk memudahkan siswa dalam memilih cerita yang akan dibawakan. Sebagai referensi, Anda dapat melihat berbagai judul buku cerita menarik dalam Seri Literasi Menjadi Indonesia. Terdapat 48 judul buku cerita yang terbagi ke dalam 3 seri, yaitu Seri Cerita Indonesiaku, Seri Cerita Imajinasiku, dan Seri Sahabat Kecilku.

Koleksi buku-buku cerita tersebut berisi berbagai cerita yang lengkap dengan beragam budaya Indonesia serta nilai-nilai sosial yang positif. Dapat menjadi pilihan yang tepat untuk dijadikan bahan bercerita. Anda dapat dengan mudah mendapatkan Seri Literasi Menjadi Indonesia di sini atau toko resmi Mentari Bookstore di Tokopedia atau Shopee.

  1. Pahami Alur Cerita

Tanpa memahami alur dari cerita, kemungkinan besar siswa tidak akan dapat tampil maksimal ketika bercerita. Bantu siswa untuk memahami keseluruhan isi cerita yang telah mereka pilih hingga mereka dapat mengingat di luar kepala.

  1. Intonasi dan Gaya Bercerita

Ajarkan siswa untuk bercerita menggunakan intonasi dan mimik agar audiens dapat memahami dan fokus dengan isi cerita. Mainkan juga suara untuk tiap tokoh dalam cerita. Misalnya saja, mengubah suara menjadi lebih berat ketika menggambarkan tokoh raja. Sementara untuk menggambarkan tokoh penyihir, bisa dengan melengkingkan suara.

Ada dua gaya bercerita yang bisa diterapkan ketika siswa bercerita. Pertama adalah gaya bercerita dengan menggunakan boneka. Gaya kedua adalah dengan bermain peran, di mana pencerita berperan sebagai tokoh dalam cerita. Biarkan siswa memilih gaya yang paling nyaman untuk mereka lakukan. Siswa juga dapat menggunakan kedua gaya tersebut secara bersamaan.

  1. Berinteraksi dengan Audiens

Sebagai pencerita yang baik, kita harus mampu menarik perhatian audiens selama membawakan cerita. Untuk itu, siswa perlu melakukan kontak mata dan menyapa audiens mereka. Siswa bisa melakukan beberapa percakapan dengan audiens mereka sebelum memulai cerita. Misalnya dengan menanyakan kabar atau pengetahuan audiens mengenai cerita yang akan dibawakan.

  1. Terus Berlatih dan Berusaha

Pengalaman pertama siswa bercerita mungkin tidak sebaik yang Anda harapkan. Anda bisa memberikan contoh bercerita yang baik agar mereka mendapatkan bayangan untuk cerita yang akan mereka bawakan. Semakin sering siswa berlatih, semakin baik kemampuan mereka. Anda bisa membuat jadwal latihan agar timbul rasa komitmen dari siswa untuk berlatih bercerita.

Belajar bercerita membutuhkan proses yang panjang dan penuh kesabaran karena tidak semua siswa mampu dengan cepat memahami seni bercerita. Mengikuti kompetisi bercerita dapat menjadi jalan untuk siswa menunjukkan bakatnya dalam bercerita.

Anda bisa mengikutsertakan siswa Anda dalam kompetisi bercerita dalam bahasa Inggris yang diadakan oleh Mentari Group. Siswa kelas 1-3 SD dapat mengikuti kompetisi bercerita ini. Yuk, pelajari lebih lengkap informasi lomba bercerita di sini.

Sumber:

Teachingenglish.org.uk. Storytelling – benefits and tips. Diakses pada 24 Desember 2021 dari https://www.teachingenglish.org.uk/article/storytelling-benefits-tips

DeNeen, Julie (2012, 21 November). 30 Storytelling Tips for Educators: How to Capture Your Student’s Attention. Diakses pada 18 Januari 2022 dari https://www.opencolleges.edu.au/informed/features/30-storytelling-tips-for-educators/

Real School. (2022, 17 Januari). English Story Telling for Kids: How a Kid Can Win a Storytelling Competition in English? Diakses pada 18 Januari 2022 dari https://therealschool.in/blog/english-story-telling-for-kids-how-kid-win-storytelling-competition-english/

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.